Prasetyo Muchlas blog

Icon

Untuk Sahabat

Ternyata Belajar Photoshop Itu Juga Mudah

Gambar diatas merupakan cover map To Do List, merupakan bagian dari kerjaan saya sebagai drafter. Sebenarnya saya juga ga terlalu pandai terhadap software Photoshop, just learning by doing aja lah.. because my leader (in office) said “saya tidak mengharuskan kamu mengikuti cara saya, lakukan dengan caramu, yang penting hasil akhirnya”.

Sebuah kalimat yang sampai sekarang ter-rekam di ingatan saya, dan menjadikan motivasi untuk belajar, bekerja, dan tetap semangat.

Di kantor tempat saya bekerja menggunakan Photoshop CS3, tetapi di rumah saya hanya menggunakan Photoshop CS2. Perbedaannya ga terlalu jauh kok, jadi ga ada salahnya dipelajari.

Pelajarilah hal-hal yang bermanfa’at, software (photoshop) ini terkadang di salah gunakan oleh orang-orang tertentu untuk menyebarkan pornografi yang tidak bermanfa’at sama sekali.

Filed under: Photoshop, Saya di blog ini ,

Pengumuman

Hari ini, 26 Syawwal 1429 Hijriyah, saya mengumumkan hal yang ga penting, bahwa kebebasan menjalankan syari’at Islam adalah hak dan kewajiban setiap Muslimin dan Muslimat, sebenernya yang mau saya sampaikan bukan itu hehe.. intermezo..

Teman-temanku yang baik, ikhwani wa akhwati uhibukum lillah.. hari ini saya mengganti tulisan di Header yang sebelumnya tertulis “P. Muchlas Blog” menjadi “Prasetyo Muchlas Blog”. Hal tersebut karena banyak yang nyangka saya udah bapak-bapak.. gubraakk..

Karena mereka mengira singkatan “P. Muchlas” adalah “Pak Muchlas”, sehingga saya menjadi besar kepala hati dan jadi merasa paling tua sendiri.. hehe.. padahal baru 21 tahun, ‘afwan.

O.. iya “one think..” but I don’t know why?

Mohon bagi teman-temanku, kalau mau ngucapin salam mbo’ yo jangan di singkat tho mas.. mba.., karena ucapan salam itu kan “Do’a” Assalamu’alaikum Warohmatullohi wabarokatuh (semoga keselamatan, rahmat dan keberkahan dari Alloh tercurah kepada kamu). Kalo disingkat ass.. ga ada artinya..!

Penuhilah (laksanakan) adab sesama Muslim, karena itu merupakan syari’at Alloh Rabb semesta alam, syukron katsiron udah mau membaca.

Filed under: Islam, Saya di blog ini, Unek-unek

Aku Tak Sendiri

Senang rasanya mempunyai teman, sahabat yang bisa mengingatkan di saat saya merasa sempit akan manhaj ini, bukan karena kesalahan manhaj ini! melainkan hati ini terlalu sempit untuk menerima hidayah Alloh. Ya Alloh tetapkan kami di atas jalan yang lurus, tetapkan kami di atas agama-Mu, jadikan kami orang yang taslim (berserah diri).

Hari ini saya merasa tak sendiri.. di antara sekian banyak orang yang berlalu di hadapan seorang lelaki ini.

Ku berusaha menyapa mereka dengan senyuman, meskipun ku tak mengenal mereka..

Ketika menunggu waktu sholat maghrib di Masjid Wisma Kosgoro, saya mendengar suara yang tidak asing yang berasal dari sebuah mobil yang sedang parkir dekat dengan saya, ternyata Bapak tersebut (pengendara mobil) sedang menyimak Radio Rodja, lantas ku sapa.. Pak, itu siaran radio apa ya? (ragu-ragu dan penasaran) kemudian bapak tersebut menjawab: radio Rodja, kemudian kami bercakap-cakap sampai akhrirnya waktu hampir mendekati waktu adzan maghrib kami pun berpisah untuk sholat.

Kesanku: Aku tak sendiri, sampaikan salamku untuk sahabat, teman sesama Muslim, wa bil Khusus Ahlas Sunnati Wal Jama’ah ala Fahmis Salaf.

Filed under: Islam, Saya di blog ini, Unek-unek

Just Wanna Say Hello To You..

Hey.. kita bertemu kemudian berpisah, apakah itu yang kau inginkan?

Ucapkanlah satu kata.. kemudian tinggalkan aku..

Telah lama kita saling tak peduli..

Hentikan langkah itu, karena aku akan menyapa.. -Kaifa haaluka?-

Setelah ini apakah kau yakin kita akan bertemu lagi?

Aku tak tau..

Filed under: Uncategorized

Am I Drafter?

ﺒﺴﻡ ﺍ ﷲ ﺍ ﻟﺮ ﺤﻤﻦ ﺍ ﻟﺮ ﺤﻴﻢ

Alhamdulillahi hamdan katsiron, thoyyiban mubarokan fiihi.

Ga pernah nyangka kerja di daerah Jakarta.., maceet..

Bundaran HI yang ku temui dari hari senin sampai sabtu..

Gedung Wisma Nusantara yang hampir tiap hari ku lewati..

Orang-orang yang berlalu lalang, hilir mudik, sibuk dengan urusan masing-masing

Aku hanya menyaksikan, memahami siapa aku di antara mereka?

Bagian yang hilang? atau sesuatu yang terlupakan?

Hidup tak hanya dilalui, melainkan dipertanggungjawabkan kelak..

Aku mulai sibuk dengan urusan yang tak biasa.. entah! apakah melalaikan?

Kemanakah arah perjalanan ini? dan kapan menepi?

Aku lelah berlari, aku ingin sujud di hadapan Mu ya Alloh..

Filed under: Unek-unek

Informasi Beasiswa

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh, saya hanya ingin menyampaikan kabar yang telah saya peroleh dari milis As Sunnah, sebagai berikut:

Pesantren Islam Hidayatunnajah membuka peluang beasiswa bagi 50 orang santri putra/putri (SD-Aliyah/SMU) yatim atau duafa. Pendaftaran dibuka dari tanggal 13 sampai 30 oktober 2008. Bagi yang berminat bisa mengirimkan data diri lengkap ke email hidayatunnajah@gmail.com atau langsung ke Pesantren Islam Hidayatunnajah, di Pebayuran – Bekasi. Mohon ikhwan/akhwat untuk menyampaikan info ini bagi yang membutuhkan. Info Pesantren Bisa Diperoleh di www.hidayatunnajah.wordpress.com

Filed under: Islam, Uncategorized , ,

Inilah PR Ku yang Tertunda

Bismillah..

Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih untuk Ukhti Dida dan juga Akh Abdul Aziz yang telah repot-repot mengirimkan saya PR getok tular ini, ‘afwan baru di kerjakan (^,^), dan inilah sepuluh fakta tentang saya, sebagai berikut:

  1. Ketika masa kecil, saya adalah bocah petualang yang gemar, hobi-nya naik pohon, sekedar duduk-duduk di atas pohon, bahkan bersama-sama teman semasa kecil pernah membuat basecamp di atas pohon.
  2. Memasuki bangku SLTP/SMP saya adalah seorang yang pemalu, ga pe-de, pengecut terhadap kakak kelas, dan mendapat predikat murid paling kalem (pendiem), tetapi keadaan berubah setelah saya masuk STM, temennya garang-garang, menjadi orang yang pemberani.. ciyeeeh.. cuiiih.
  3. Read the rest of this entry »

Filed under: Saya di blog ini ,

Rukun Iman Menurut Al-Firqah An-Najiyah

RUKUN IMAN MENURUT AL-FIRQAH AN-NAJIYAH

Oleh
Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthaniy

[1]. Iman Kepada Allah Ta’ala
Iman kepada Allah adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah adalah Rabb dan Raja segala sesuatu; Dialah Yang Mencipta, Yang Memberi Rezki, Yang Menghidupkan, dan Yang Mematikan, hanya Dia yang berhak diibadahi. Kepasrahan, kerendahan diri, ketundukan, dan segala jenis ibadah tidak boleh diberikan kepada selain-Nya; Dia memiliki sifat-sifat kesempurnaan, keagungan, dan kemuliaan; serta Dia bersih dari segala cacat dan kekurangan.[1]

[2]. Iman Kepada Para Malaikat Allah
Iman kepada malaikat adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah memiliki malaikat-malaikat, yang diciptakan dari cahaya. Mereka, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah, adalah hamba-hamba Allah yang dimuliakan. Apapun yang diperintahkan kepada mereka, mereka laksanakan. Mereka bertasbih siang dan malam tanpa berhenti. Mereka melaksanakan tugas masing-masing sesuai dengan yang diperintahkan oleh Allah, sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat mutawatir dari nash-nash Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Jadi, setiap gerakan di langit dan bumi, berasal dari para malaikat yang ditugasi di sana, sebagai pelaksanaan perintah Allah ‘Azza wa Jalla. Maka, wajib mengimani secara tafshil (terperinci), para malaikat yang namanya disebutkan oleh Allah, adapun yang belum disebutkan namanya, wajib mengimani mereka secara ijmal, ‘global’.[2]

[3]. Iman Kepada Kitab-kitab
Maksudnya adalah, meyakini dengan sebenar-benarnya bahwa Allah memiliki kitab-kitab yang diturunkan-Nya kepada para nabi dan rasul-Nya; yang benar-benar merupakan Kalam, (firman, ucapan),-Nya. la adalah cahaya dan petunjuk. Apa yang dikandungnya adalah benar. Tidak ada yang mengetahui jumlahnya selain Allah. Wajib beriman secara ijmal, kecuali yang telah disebutkan namanya oleh Allah, maka wajib untuk mengimaninya secara tafshil, yaitu: Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an. Selain wajib mengimani bahwa Al-Qur’an diturunkan dari sisi Allah, wajib pula mengimani bahwa Allah telah mengucapkannya sebagaimana Dia telah mengucapkan seluruh kitab lain yang diturunkan. Wajib pula melaksanakan berbagai perintah dan kewajiban serta menjauhi berbagai larangan yang terdapat di dalamnya. Al-Qur’an merupakan tolak ukur kebenaran kitab-kitab terdahulu. Hanya Al-Qur’an saja yang dijaga oleh Allah dari pergantian dan perubahan. Al-Qur’an adalah Kalam Allah yang diturunkan, dan bukan makhluk, yang berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya.[3]

[4]. Iman Kepada Para Rasul
Iman kepada rasul-rasul adalah keyakinan yang kuat bahwa Allah telah mengutus para rasul untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya. Kebijaksanaan-Nya telah menetapkan bahwa Dia mengutus para rasul itu kepada manusia untuk memberi kabar gembira dan ancaman kepada mereka. Maka, wajib beriman kepada semua rasul secara ijmal (global) sebagaimana wajib pula beriman secara tafshil (rinci) kepada siapa di antara mereka yang disebut namanya oleh Allah, yaitu 25 di antara mereka yang disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur’an. Wajib pula beriman bahwa Allah telah mengutus rasul-rasul dan nabi-nabi selain mereka, yang jumlahnya tidak diketahui oleh selain Allah, dan tidak ada yang mengetahui nama-nama mereka selain Allah Yang Maha Mulia dan Maha Tinggi. Wajib pula beriman bahwa Muhammad Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam. adalah yang paling mulia dan penutup para nabi dan rasul, risalahnya meliputi bangsa jin dan manusia, serta tidak ada nabi setelahnya.[4]

[5]. Iman Kepada Kebangkitan Setelah Mati
Iman kepada kebangkitan setelah mati adalah keyakinan yang kuat tentang adanya negeri akhirat. Di negeri itu Allah akan membalas kebaikan orang-orang yang berbuat baik dan kejahatan orang-orang yang berbuat jahat. Allah mengampuni dosa apapun selain syirik, jika Dia menghendaki. Pengertian al-ba’ts, (kebangkitan) menurut syar’i adalah dipulihkannya badan dan dimasukkannya kembali nyawa ke dalamnya, sehingga manusia keluar dari kubur seperti belalang-belalang yang bertebaran dalam keadaan hidup dan bersegera mendatangi penyeru. Kita memohon ampunan dan kesejahteraan kepada Allah, baik di dunia maupun di akhirat.[5]

[6]. Iman Kepada Takdir Yang Baik Maupun Yang Buruk Dari Allah Ta’ala.
Iman kepada takdir adalah meyakini secara sungguh-sungguh bahwa segala kebaikan dan keburukan itu terjadi karena takdir Allah. Allah Subhanallahu wa Ta’ala telah mengetahui kadar dan waktu terjadinya segala sesuatu sejak zaman azali, sebelum menciptakan dan mengadakannya dengan kekuasaan dan kehendak-Nya, sesuai dengan apa yang telah diketahui-Nya itu. Allah telah menulisnya pula di Lauh Mahfuzh sebelum menciptakannya.[6]

Banyak sekali dalil mengenai keenam rukun Iman ini, baik dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah. Di antaranya adalah firman Allah Ta’ala :

“Artinya : Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, Hari Kemudian, Malaikat-malaikat, dan Nabi-nabi…”[Al-Baqarah : 177]

“Artinya : Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut qadar (ukuran).”[Al-Qamar : 49]

Juga sabda Nabi Sallallahu ‘alaihi wassalam dalam hadits Jibril :

“Artinya : Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari akhir. Dan engkau beriman kepada takdir Allah, yang baik maupun yang buruk.”[7]

[Disalin dari kitab Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah Li Syaikh Al-Islam Ibnu Taimiyah, Penulis Sa'id bin Ali bin Wahf Al-Qathaniy, Edisi Indonesia Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah, Penerjemah Hawin Murtadho, Penerbit At-Tibyan]
_________
Foot Note.
[1]. Ar-Raudah An-Nadiyyah Syarh Al-Aqidah Al-Washithiyah, hal. 15; Al-Ajwibah Al-Ushuliyyah, hal. 16; dan At-Thahawiyah, hal. 335. Iman kepada Allah Ta’ala meliputi empat perkara : (1). Iman kepada wujud-Nya Yang Maha Suci. (2). Iman kepada Rububiyyah-Nya.(3). Iman kepada Uluhiyyah-Nya.(4). Iman kepada Asma dan sifat-sifat-Nya.
[2]. Ar-Raudhah An-Nadiyyah, hal. 16 dan Al-Aqidah At-Thahawiyyah, hal. 350.
[3]. Al-Ajwibah Al-Ushuliyah, hal. 16 dan 17.
[4]. Lihat Al-Kawasyif Al-Jaliyah An Ma’ani Al-Wasithiyah, hal 66.
[5]. Ibid
[6]. Syarh Al-Aqidah Al-Wasithiyah, Muhammad Khalil Al-Haras, hal. 19.
[7]. Dikeluarkan oleh Muslim, I/37 no.8

Sumber: almanhaj.or.id (kategori Aqidah Al-Wasithiyah)

Filed under: Islam , ,

Customize Your Drawing Area

Dulu saya bingung ketika membaca tutorial AutoCAD, saya menemukan tampilan gambar mengenai drawing area pada software AutoCAD yang latarnya (background) berwarna putih, berhubung pengetahuan mengenai AutoCAD yang masih sedikit, disertai rasa ingin tempe tahu mengenai hal tersebut, “kok bisa yah?”, saya explore aja software ini dari ujung ke ujung.

Jadi begini nih.. melalui menu Tools –> Drafting Settings…. –> pilih Options…. –> pilih Display –> klik pada tombol “Color” (baca: kale’) hingga tampil kotak dialog seperti di bawah

Jika menginginkan background (latar) berwarna hitam/default, pada kotak pilihan “Window Element” pilihlah Model tab background & pada kotak pilihan “color” pilih warna hitam (Black). Atau jika anda ingin merubahnya ke warna yang anda sukai, tinggal di pilih aja warna yang terdapat pada color list-nya kemudian Apply & Close.

Filed under: AutoCAD, Saya di blog ini , ,

Pe eR..

Nge-Blog nya untuk sementara di tunda, lagi banyak Pe eR.. ??? Read the rest of this entry »

Filed under: Unek-unek