Di dalam Al Qur’an, Alloh Subhaanahu wa Ta’ala telah menjelaskan bahwa matahari itu tidak pernah berhenti dan diam, akan tetapi ia berjalan terus di alam raya ini sesuai dengan kehendak Alloh Subhaanahu wa Ta’ala sampai Alloh memerintahkannya untuk berhenti dan terbit dari tempat terbenamnya (kiamat).
ﻮ ﺍ ﻟﺷﻤﺲ ﺗﺟﺭ ﻯ ﻟﻤﺴﺗﻘﺭ ﻟﻬﺎ
“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya” (QS. Yasin: 38)
Dan juga sebagaimana yang telah di sebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari (no: 3199, 4802, 4803, 7424, 7433) dan Imam Muslim (juz 1 hal. 96 dan ini lafazhnya di dalam salah satu riwayatnya) dan lain-lain. Yang artinya sebagai berikut :
Dari Abu Dzar, “Sesungguhnya Rasululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda pada suatu hari: “Tahukah kamu kemana perginya matahari ini?”
Mereka (para sahabat) menjawab, “Alloh dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”
Beliau (Rasul) bersabda, “Sesungguhnya matahari ini berjalan sehingga sampai ke tempat yang telah di tetapkan baginya yaitu di bawah ‘Arsy, lalu dia bersungkur sujud, dan senantiasa dia (sujud) seperti itu sampai dikatakan kepadanya: bangkitlah, dan kembalilah dari (arah) engkau datang. Maka dia pun kembali, dan pada pagi harinya dia pun terbit (kembali) dari tempat terbitnya. Kemudian dia berjalan lagi sehingga sampai ke tempat yang telah di tetapkan baginya yaitu di bawah ‘Arsy, lalu dia bersungkur sujud, dan senantiasa dia (sujud) seperti itu sampai dikatakan kepadanya: bangkitlah, dan kembalilah dari (arah) engkau datang. Lalu dia pun kembali, dan pada pagi harinya dia pun terbit (kembali) dari tempat terbitnya. Kemudian dia berjalan lagi, (dan) manusia tidak mengingkari sedikitpun juga dari (perjalanannya) sehingga dia sampai di tempat yang telah di tetapkan baginya yaitu di bawah ‘Arsy, kemudian dikatakan kepadanya: Bangkitlah, dan terbitlah pada pagi hari dari tempat terbenammu!”
Maka Rasululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kamu kapan terjadinya yang demikian itu? Terjadinya ketika tidak bermanfa’at keimanan seseorang yang tidak beriman sebelumnya atau dia tidak mengerjakan kebaikan di dalam keimanannya”.
Filed under: Islam , hadits, matahari, peredaran matahari, sun
kalo matahari pergi, berarti KIAMAT, deh!
subhanallah.. postingan yang membangun! semoga kita selalu diberi kekuatan iman.
Subhanallah…
Saat matahari terbit dari tempat terbenamnya berarti itu hari akhir (kiamat)…
subhanallah… semesta bertasbih pada-Nya..
tiap atom pun juga berputar dalam orbitnya…
malulah manusia jika tak mau sujud pada-Nya..
subhanallah… semesta bertasbih pada-Nya..
tiap atom pun juga berputar dalam orbitnya…
malulah manusia jika tak mau sujud pada-Nya….
matahari, salah satu bintang kecil..
Dulu waktu kecil aku sering bertanya tentang itu kak, kini aku tau jawabannya..
Nice post kak..