Prasetyo Muchlas blog

Icon

Untuk Sahabat

Readme

iceindark

Maaf atas keterlambatan dalam menulis postingan yang seharusnya sudah di selesaikan, dan mungkin masih ada beberapa PR yang belum sempat saya kerjakan, mohon maklum.

Mungkin juga karena saya sedang mempersiapkan sesuatu, atau terlalu sibuk dengan website yang masih belum jadi (free hostingnya lagi meng-upgrade beberapa komponen).

‘Afwan

Filed under: Saya di blog ini, Unek-unek ,

Sikap Berkendara Merupakan Cermin Pribadi Anda

car1

Suatu saat ketika hendak pergi berangkat kerja, di separator kaca (pembatas antara tempat duduk supir dengan penumpang) dalam sebuah bus yang saya naiki terdapat stiker kecil bertuliskan “Sikap Berkendara Merupakan Cermin Pribadi Anda”. Disampinya tertera lambang PolDa Metro Jaya dan PolRes Metro Bekasi, Stiker kecil yang tampak kusut termakan usia, entah berapa lama lagi akan dapat di lihat, dan yang terpenting adalah apakah orang yang melihatnya mempu berfikir, mencerna, mencermati bahwa keselamatan berkendara (menyangkut keselamatan anda, penumpang, maupun pengendara lain) dimulai dari diri kita sendiri!

Terkadang kita merasa yang paling berhak atas jalanan, menjadikannya sebuah track/lintasan balapan, yang dikejar adalah waktu, entah itu yang berangkat kerja, kuliah, sekolah, sementara keselamatan masalah belakangan, kalo kata anak jaman sekarang “ah nyantai aja bro.. mati udah di tangan tuhan” Memang benar perkataan tersebut, namun yang jadi permasalahan, bisa saja anda tidak mati namun orang lain yang menjadi korbannya!? karena sikap berkendara kita yang ugal-ugalan..

Mari kita sama-sama menjadi orang yang menghargai hak orang lain, dengan begitu insya Alloh hak kita pun akan dihargai oleh orang lain. Jalanan dan fasilitas umum itu milik kita bersama, mari kita jaga dan rawat. dan yang terpenting bahwa “Sikap Berkendara Merupakan Cermin Pribadi Anda, Keselamatan Berkendara Dimulai Dari Diri Kita Sendiri”.

Filed under: Unek-unek

Pendapatku Tentang Pendapatku

ﺒﺴﻡ ﺍ ﷲ ﺍ ﻟﺮ ﺤﻤﻦ ﺍ ﻟﺮ ﺤﻴﻢ

Alhamdulillah, sore ini di antara teduhnya awan yang menaungi saya mencoba membuat tulisan ini, karena sebelumnya mungkin ada beberapa ganjalan di hati, Apakah selama ini saya adalah seorang yang benar dalam bermanhaj? dalam kata lain apakah selama ini saya telah menerapkan al ‘Ilmu Qoblal Qouli wal ‘Amal? Itu kalimat yang harus saya garisbawahi kemudian saya marking dengan spidol berwarna terang lalu saya tempel di dinding kamar saya.

Terkadang saya bertanya terhadap diri pribadi, seberapa besar manfa’at blog ini (biasajadah.wordpress.com) untuk orang lain yang membaca? Kemudian apakah saya menulis karena hanya ingin terlihat oleh orang lain? Apakah saya menulis hanya untuk mendapat pujian dari orang yang membaca melalui komentar? Atau ketika kita menulis sesuatu untuk memenangkan pendapat kita terhadap orang lain dengan menggadaikan Ayat-ayat Alloh dan Hadits sebebagai tameng berlapis emas? Itulah koreksi besar terhadap diri saya pribadi.. dan mungkin suatu saat, setelah saya menemukan jawaban untuk kemaslahatan (kebaikan) agama saya, the final conclusion just two.. “Tetap menulis sesuatu yang bermanfa’at atau saya mundur daripada harus menulis sesuatu yang tidak bermanfa’at”. Atau mungkin aku telah menyakiti saudaraku dengan ucapanku, mohon ma’af ya..

Selama ini saya masih menerapkan bahwa setiap pendapat manusia bisa diterima dan di tolak kecuali apa-apa yang datang dari Alloh dan Rasulnya Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam, karena pendapat yang datang dari perkataan seseorang bisa saja benar dan bisa saja salah (relatif) sedangkan setiap yang datang dari Alloh subhanahu wata’ala dan rasulnya Shallallohu ‘Alaihi wa Sallam adalah al haq. Maaf saudaraku.. kita masih sama-sama menuntut ilmu. Apakah dengan menertawakan itu semua akan baik-baik saja? Lalu kamu berhasil finish di garis terdepan dengan meninggalkan saudaramu disini?

Filed under: Saya di blog ini, Unek-unek

Who’s Got Da Skill?

Kamu.. (kata ganti untuk nama seseorang) suara itu terdengar dari sebuah ruangan seorang menejer divisi. Ya.. ada apa Pak? jawab seorang karyawan yang merasa namanya di panggil, lantas karyawan tersebut menghampiri dan memasuki ruangan menejernya. Sang menejer berucap “saya ingin mendisain sesuatu, bisakah kamu bantu saya?” Karyawan tersebut berkata: ya.. akan saya coba.

Sambil memperhatikan sang menejernya ngutak ngatik mendisain sesuatu untuk presentasi, sang karyawan bertanya.. apa yang bisa saya bantu? “Saya ingin kamu ajari saya cara membuat seperti ini jawab sang menejer, sambil menunjuk ke arah laptop miliknya”. Sang karyawan berkata “baiklah, darimana saya bisa memulainya? tanya karyawan tersebut”. Menejer tersebut kemudian menjelaskan hal yang tidak dimengertinya kepada karyawan tersebut.

Berawal dari kisah tesebut, who’s got da skill? orang yang bergelar Professor? berdasi? duduk di depan komputer? atau mungkin orang yang duduk di dalam pemerintahan yang katanya membela aspirasi rakyat?

Kita semua tau bahwa “ga ada orang yang ahli dalam segala hal” begitu juga saya dan kamu! bahkan dalam kamus sejarah ulama terdahulu tidak ada kata malu untuk menuntut ilmu kepada yang lebih muda umurnya ataupun lebih junior. Ada dua hal yang menghambat seseorang untuk menuntut ilmu, yaitu kesombongan & malu. Ketika seseorang itu sombong, ia merasa dirinya lebih baik dari yang lain, sedangkan ketika seseorang itu malu maka sikap tersebut hanya akan menghambatnya untuk maju.

Pelajarilah semua yang bermanfa’at bagi dunia dan akhirat, karena ketika kita wafat yang kita bawa sebagai bekal hanya ilmu dan amal sholih. Banyak tau bukan berarti tau banyak, tau banyak juga tidak berarti banyak tau hehe..

Keinginan untuk maju terkadang berawal dari rasa ingin tahu mengenai sesuatu hal, terkadang berawal dari ketidak mampuan melakukan sesuatu hal, atau memang karena kita mau menjadi lebih baik.

Your friend,

Prasetyo Muchlas

Filed under: Saya di blog ini, Unek-unek

Belajar Banyak Hal Dari Kehidupan Orang Lain

Bismillah,

Ketika kita hendak mengartikan makna kehidupan, tentu setiap orang punya pandangan berbeda-beda. Ada yang mengartikannya “kehidupan untuk dinikmati”, ada juga yang beranggapan “kehidupan adalah sarana untuk mendekatkan diri dan beribadah kepada Alloh”. Dua sisi yang berbeda dan saling bertolak belakang, namun saya tidak membahasnya pada tulisan ini.

Berawal dari keluh kesah teman-teman seperjuangan, di antara mereka masih seperti saya yang sedang dalam perjuangan, ada juga yang udah berhasil di angkat menjadi karyawan tetap bahkan udah merasakan kehidupan di negeri sakura. Belajar banyak dari kehidupan orang lain, bahkan saya tidak peduli latar belakang pendidikan mereka, status sosial, apa-apa yang positif dan bermanfa’at itu bisa menjasi pelajaran yang berharga. Saya pernah berbicara mengenai banyak hal dengan seorang petugas keamanan, ketika itu dia menawari saya semangkuk mie instant, dan petugas keamanan tersebut bercerita bahwa terkadang ia hanya makan mie instant aja sehari-hari, agar nanti ketika pulang ke keluarganya bisa membawa uang yang cukup untuk makan keluarganya, bahkan petugas keamanan tersebut mengabaikan kesehatannya demi keluarga.

Kehidupan memang semakin berat, Status pekerja kontrak yang hanya seperti bingkai hiasan di dinding pameran lukisan (sewaktu-waktu dapat di copot). Jaman sekarang ijazah seperti harga uang recehan, hampir-hampir terabaikan. Hari ini aja ketika pulang kerja, di dalam bus ada dua pengamen wanita yang sebaya dengan saya menjual suara mereka dengan lantang :( saya berfikir dimanakah kamu seharusnya? seperti tikaman keras sebilah pedang menancap lurus di dada ini, saya prihatin melihat mereka.

Oh iya ketika saya menerima tawaran bekerja sebagai drafter, saya masih ingat dengan jelas apa yang saya katakan kepada seseorang (interviewer) yang sekarang menjadi Technical Manager di tempat saya bekerja. Saya ketika itu berkata “Saya menerima pekerjaan ini, karena kesempatan (peluang) itu harus lebih diutamakan dari minat, potensi dan keinginan”. Itu adalah kutipan perkataan Bapak Romi Satria W. yang sangat melekat di dada saya, saya lumayan banyak belajar dari kisah beliau.

Minat, potensi & keinginan itu bisa ditumbuhkan, tetapi kesempatan itu jarang datang dua kali, maka camkan hal tersebut. Keadaan membuat kita sadar, bagaimana ini? mau jadi apa saya? bagaimana masa depan saya? kitalah yang dapat merubahnya.. dengan izin Alloh.

Merasa selama ini hanya menjadi beban bagi orang lain, Ketika merasa sangat letih & seolah tidak memiliki harapan, pikirkanlah apa yang bermanfaat untuk diri kita, bagaimana cara untuk memperoleh semangant itu kembali, belajar banyak hal dari kehidupan orang lain membuat kita semakin bersyukur & dan mengerti bahwa kita bukanlah beban bagi diri sendiri maupun orang lain jika kita mau berusaha untuk tetap berjuang.

Salam perdjoeangan.

Filed under: Unek-unek

Black Note

Catatan hitam tergores di balik wajah peradaban putih yang bisu

Kau melihatnya denga hati yang tertutup

Bisakah kita bicara sejenak? Catatan ini akan kupinjam

Berapa banyak yang ku tulis? dan berapa banyak yang kau tulis?

Bacalah, kemudian hapus..

Tuliskan catatan baru untuk ku, untuk sebilah hati yang telah ku rusak

Untuk ku salin dengan tinta putih, sehingga tak ada lagi goresan itu..

Filed under: Unek-unek

It’s Friday, and I Won’t Be Late To The Office

Hari ini saya pergi berangkat untuk bekerja seperti hari-hari sebelumnya, hanya saja lima menit lebih awal dari hari kemarin. Ada hal-hal yang membuat hati dan lisan ini berucap Alhamdulillah, Subhanalloh wabihamdih, karena hal tersebut membuat saya sadar.. yang hanya seorang hamba Alloh.

Pagi tadi saya hampir tertinggal bus bernomor P 52 Bekasi-T. Abang, karena setibanya saya di perempatan lampu merah tempat bus tersebut biasa menunggu penumpang, tiba-tiba lampu berubah hijau dan membuat bus berlalu meninggalkan saya dengan cepat, saya berfikir.. saya akan terlambat masuk kerja nih, karena ini hari Jum’at biasanya jalanan (tol dalam kota) lebih padat oleh mesin beroda empat atau lebih (mobil). Cerita masih berlanjut.. saya bukan tipe orang yang menyerah sebelum berjuang, maka saya kejar bus itu walau saya sudah tertinggal oleh bus kira-kira dua halte (lumayan jauh).

Dengan rasa ragu dan semangat, sementara mata tetap terfokus mencari arah bus tersebut, sebentar berjalan kemudian berlari, dengan nafas yang terengah-engah, saya memohon kepada Alloh “ya Alloh cukupkan atas apa yang membuat laju bus itu terhenti sejenak (hingga saya mampu mengejar)”. Qadarulloh, entah apa yang membuat bus itu berhenti, bus tersebut berhenti di depan SPBU dekat DEPSOS Bekasi Timur, Alhamdulillah.. keadaan ini telah saya alami dua kali, saya butuh bersyukur atas pertolongan Alloh ini, sebelumnya saya pernah ketinggalan jemputan karyawan ketika masih bekerja di Cibitung, kemudian saya bergegas naik angkutan umum, jalanan pada waktu itu lumayan macet.. dan entah saya tidak tahu bagaimana caranya sampai di tempat kerja tepat waktu, qadarulloh saya bisa sampai tepat satu menit sebelum jam masuk kerja (masih belum terlambat).

Entah.. saya tak mampu berbicara lebih banyak, kejadian ini merupakan pertolongan agar saya bisa lebih mensyukuri nikmat yang telah Alloh berikan.

Filed under: Unek-unek

Siapa Dia?

Aku bertanya, siapa dia?

Seseorang yang menatapku namun ku tak berani untuk menatapnya..

Aku bertanya, siapa dia?

Seseorang yang telah ku jumpai, kemudian berjumpa kembali..

Aku bertanya, siapa dia?

Seseorang yang memberikan semangat, namun ku takut hancur karenanya..

Aku bertanya, siapa dia?

Seseorang yang terdiam karena tak ku ajak untuk berbicara..

Aku bertanya, siapa dia?

Seseorang yang tidak ku kenal, entahlah.. aku berharap mengenalnya dengan hati yang berfikir

Aku bertanya, siapa dia?

Seseorang yang ku tinggalkan di belakangku..

Filed under: Unek-unek

Pengumuman

Hari ini, 26 Syawwal 1429 Hijriyah, saya mengumumkan hal yang ga penting, bahwa kebebasan menjalankan syari’at Islam adalah hak dan kewajiban setiap Muslimin dan Muslimat, sebenernya yang mau saya sampaikan bukan itu hehe.. intermezo..

Teman-temanku yang baik, ikhwani wa akhwati uhibukum lillah.. hari ini saya mengganti tulisan di Header yang sebelumnya tertulis “P. Muchlas Blog” menjadi “Prasetyo Muchlas Blog”. Hal tersebut karena banyak yang nyangka saya udah bapak-bapak.. gubraakk..

Karena mereka mengira singkatan “P. Muchlas” adalah “Pak Muchlas”, sehingga saya menjadi besar kepala hati dan jadi merasa paling tua sendiri.. hehe.. padahal baru 21 tahun, ‘afwan.

O.. iya “one think..” but I don’t know why?

Mohon bagi teman-temanku, kalau mau ngucapin salam mbo’ yo jangan di singkat tho mas.. mba.., karena ucapan salam itu kan “Do’a” Assalamu’alaikum Warohmatullohi wabarokatuh (semoga keselamatan, rahmat dan keberkahan dari Alloh tercurah kepada kamu). Kalo disingkat ass.. ga ada artinya..!

Penuhilah (laksanakan) adab sesama Muslim, karena itu merupakan syari’at Alloh Rabb semesta alam, syukron katsiron udah mau membaca.

Filed under: Islam, Saya di blog ini, Unek-unek

Aku Tak Sendiri

Senang rasanya mempunyai teman, sahabat yang bisa mengingatkan di saat saya merasa sempit akan manhaj ini, bukan karena kesalahan manhaj ini! melainkan hati ini terlalu sempit untuk menerima hidayah Alloh. Ya Alloh tetapkan kami di atas jalan yang lurus, tetapkan kami di atas agama-Mu, jadikan kami orang yang taslim (berserah diri).

Hari ini saya merasa tak sendiri.. di antara sekian banyak orang yang berlalu di hadapan seorang lelaki ini.

Ku berusaha menyapa mereka dengan senyuman, meskipun ku tak mengenal mereka..

Ketika menunggu waktu sholat maghrib di Masjid Wisma Kosgoro, saya mendengar suara yang tidak asing yang berasal dari sebuah mobil yang sedang parkir dekat dengan saya, ternyata Bapak tersebut (pengendara mobil) sedang menyimak Radio Rodja, lantas ku sapa.. Pak, itu siaran radio apa ya? (ragu-ragu dan penasaran) kemudian bapak tersebut menjawab: radio Rodja, kemudian kami bercakap-cakap sampai akhrirnya waktu hampir mendekati waktu adzan maghrib kami pun berpisah untuk sholat.

Kesanku: Aku tak sendiri, sampaikan salamku untuk sahabat, teman sesama Muslim, wa bil Khusus Ahlas Sunnati Wal Jama’ah ala Fahmis Salaf.

Filed under: Islam, Saya di blog ini, Unek-unek